Halo, nama saya Raya Fahreza. Ini adalah catatan suka-duka saya sebagai seorang underdog yang telat memulai karir di dunia produksi film. Sebetulnya, untuk disebut underdog pun minimal harus sudah dikenal dulu, sementara, saya belum dikenal siapa-siapa. Makanya, di ruang pribadi ini saya mau memperkenalkan diri. Lumayan, kalau anda membaca ini artinya ada satu orang lagi yang pernah dengar tentang si Raya ini.
Cita-cita saya adalah membuat film sendiri. Dulu ingin kuliah sinematografi, tapi dilarang oleh orangtua yang ingin anaknya jadi tukang insinyur dan akhirnya masuk teknik arsitektur. Ketika kuliah terhenti karena masalah biaya, saya langsung menyambut tawaran kerja di RCTI dan jadi salah satu karyawan termuda saat itu. 5 tahun kemudian saya meninggalkan RCTI dan bergabung di sebuah production house bernama Prima Entertainment. Saya di sana menjadi manajer promosi sekaligus public relations. Satu lagi yang saya pelajari, saya sangat tidak berbakat utuk bidang promosi dan marketing tapi cukup menikmati kehumasan. Saya akhirnya keluar 3 tahun kemudian karena ada ajakan membuat production house baru untuk membuat film layar lebar. Aha!
Production house kecil yang saya usulkan bernama Flix Pictures itu akhirnya bergerak untuk membuat sebuah film layar lebar berdasar sebuah novel remaja best seller. Sayangnya, karena perbedaan kreatifitas dan kondisi keuangan, saya akhirnya hengkang sebelum produksi dimulai. Saya ditarik ke TV7 untuk menjadi kepala seksi pembelian program selama 2 tahun. Saya keluar dari TV7 dan memegang rumah produksi dengan bendera Rain Entertainment. Kami sempat membuat 3 buah telesinema dangdut untuk TPI. Tapi yah, cuma segitu. Sekali lagi terbukti bahwa saya bukan orang yang tepat untuk berjualan. Saya hanya suka merancang dan membuat, kalau harus bermuka manis untuk jualan memang nggak bakat. Setelah setahunan, Rain ditutup, tapi alhamdulillah proyek film layar lebar saya yang pertama berjalan! Alhamdulillah.
Tahun 2008 ini film pertama yang saya pegang sebagai associate producer berjudul “Setannya Kok Beneran?” sudah dirilis dengan sambutan penonton yang lumayan bagus mencapai. 412,000 tiket terjual. Jujur saja, secara kualitas pakem ‘film’, memang usaha pertama ini boleh dibilang kacrut, tapi alhamdulillah ternyata sebagai komedi yang menghibur ternyata cukup bekerja. Kami cukup terkejut, film ini bisa bersanding bersama title-title besar dan survive, bahkan mencetak untung lebih dari yang muncul bareng! Terima kasih lagi ya Allah. Tahun 2009 pun saya kembali diberi kesempatan memproduseri satu lagi film komedi horor, “The Maling Kuburans”.
Ini adalah blog kedua yang saya mulai seiring dimulainya upaya saya memproduksi film ke 2, satu lagi komedi horor dengan judul “The Maling Kuburans”. Tapi, isi blog ini nggak hanya tentang film. Kadang saya menulis tentang obsesi dan hobi saya yang lain. Sebagai orang yang banyak berkhayal, hobi saya lumayan banyak. Selain internet, teknologi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan film, saya juga penggemar Jeep, dunia kemiliteran dan airsoft‘. Yang dua terakhir ini memfasilitasi khayalan saya untuk jadi jagoan film action ala Hollywood, seperti apa? Saya dari kecil mengkhayal bisa jadi polisi yang ikut dalam adegan-adegan action film ala Hollywood, dan berkat airsoft, khayalan konyol itu jadi nyata. Sejak 2001 saya memang terobsesi menggunakan komunitas airsoft untuk adegan action, dan akhirnya terwujud juga. Senangnya, hobi dan profesi masih bisa ada hubungannya.
Walau ditayangkannya film perdana adalah hal yang besar bagi saya, hari paling bersejarah dalam hidup saya terjadi di akhir Mei 2008 ini dimana sejak hari itu saya resmi menjadi suami pendamping hidup bagi Ruswinar Nawangsari, istri saya yang cantik. Jarang sekali ada orang yang bisa memahami dan menerima saya apa adanya, tapi istri saya bahkan lebih dari itu. Istri saya ini mendukung upaya saya mengejar cita-cita walau berarti turut berkorban hidup susah karena saya tidak lagi mempunyai penghasilan tetap. I wuv you vewwy mudge, my wuyf. InsyaAllah kita akan kembali hidup normal seperti dulu.
Jadi, memangnya saya itu siapa sih? Katanya, orang bukan didefinisikan dari pekerjaan dan profesinya, tapi dari kepribadian dan idealismenya. Kalau begitu, pada akhirnya saya bisa dibilang salah satu dari sekian banyak pengkhayal yang berusaha mewujudkan impiannya. Nggak apa terlambat, daripada nggak sama sekali.
Satu hal, saya sudah berjalan sejauh ini tanpa jadi sarjana, jadi anggapan bahwa harus punya titel untuk bisa maju itu tidak benar sama sekali.
Terima kasih, sudah menyempatkan untuk membaca. Senang berkenalan dengan anda.
PERHATIAN
Sekitar akhir tahun 2008, dari Google search saya menemukan bahwa ada account di ‘ayofoto.net’ menggunakan nama lengkap saya, dan dalam profilnya mengutip salah satu kalimat saya dalam blog ini. Account tersebut bukan milik saya, sampai saat ini saya belum membuat account di ‘ayofoto.net’. Entah siapa yang membuat account tersebut dan entah apa tujuannya menggunakan identitas saya.













hehehehe…kirain apa!
Salam kenal Mas,Maju terus Mas! pasti nanti akan membuahkan keberhasilan.tinggal nunggu waktu aja…
Salut sama Mas Raya,pekerjaan jalan hobby juga jalan.
Benar Mas,yg membuat orang tetap hidup itu bukan semata2 gelar sarjana.Tapi Skill dan Komitmen!Contohnya Bosku,Biar nggak sarjana tapi bisa menghidupi karyawan2nya yg notabene kebanyakan lulusan Sarjana,Padahal Bosku msh muda lho.Baru 40 Th
salam kenal juga, mas Eddy
terima kasih banget, lagi butuh dorongan semangat nih, hehehe… iya mas, aku pengen supaya jangan ada yang down sekedar karena nggak punya gelar sarjana, yang penting skill, wawasan, usaha dan doa… sukses buat mas Eddy juga
Tapi saya salut sama Mas Raya ini,biar nggak kuliah tapi wawasan luas & orangnya belajar terus…Makanya tetap survive ya?
Saya lebih tua 3 th dr Mas Raya tp masalah pengalaman Wuih
aku nggak ada apa2nya.
Saya juga nggak pernah kuliah Mas,mulai SMA sdh kerja.Tapi ya itu tadi krn keadaanlah yg membuat kita terus berjuang.
Kalo pengalaman saya sih hanya dikejar2 hutang waktu usaha saya jatuh.beberapa mobil habis.Tapi ya itu tadi karena kita komitmen sama orng. pasti ada aja jalan kita untuk bangkit lagi.
Alhamdullilah skrg sdh mulai jln lagi kerjaan…berkat bantuan temen2 juga
Kudoakan Mas sukses selalu Pekerjaan & rumah Tangga
Btw sdh ada momongan Mas?brp?
Kalo kebetulan ke Banjarmasin kbari aku ya!
Wah aku br tahu.rupanya msh suasana pengantin Baru ya? Sorry2….
Wah benar2 sampean ini type pekerja keras…
alhamdulillah, seneng denger cerita orang-orang yang bisa bangkit, mas. siapa tahu kalau ke banjarmasin nanti bisa ngobrol, hehehe…
saya belum ada momongan. nikah pun belum setengah tahun. begitulah, kebanyakan cita-cita dan hobi jadi cenderung sendirian. alhamdulillah dapat istri yang super-pengertian.
saya sebetulnya sempat kuliah setahun, tapi putus karena biaya. dan dasarnya juga nggak minat. mendingan kerja aja. pengalaman beda-beda, tapi mau pengalaman kayak apa juga, belum tentu yang pengalamannya lebih banyak berarti mentalnya lebih kuat…
mungkin sebagian besar juga adalah berkah dari atas, mas. entah itu wawasan atau pengalaman. saya bukan tipe yang ngoyo atau ulet. biasa aja. malah cenderung santai. tapi ya, tahu apa yang dikejar… kalau soal keuletan masih kalah sama banyak orang… masih payah…
saya doakan juga, mas Eddy.
nggak, mas Eddy.
saya nggak suka bekerja keras, cuma modal niatan sama sikap optimis.
saya nggak suka “work hard”, menurut sata udah nggak jaman istilah itu (sok tau ya). saya sukanya “work smart”.
jadi: “work smart, play hard”.
Saya sih sebenarnya juga bukan pekerja keras Mas,Tapi krn menghidupi istri & anak2 (bukan anak & istri2 lho) yah terpaksa agak keras juga…..
Tp saya jg bkn type yg ngoyo,yg selalu punya target harus punya ini,punya itu.
Hidup kan sdh ada yg ngatur Mas,yg penting kita kerja aja…
Kalo saya sih orangnya suka humor Mas.nggak pernah serius He.he.he….
Wah mas…kita sebaya nich, cuma beda setahun aza. Bedanya dirimu dah sukses,diriku belum. Dirimu dah bikin film, saya masih cita2.
Work smart ? keren tuh mas, saya suka workhard tapi gak smart, mungkin itu dia kenapa saya gak kaya2. hehehe…
Btw,nice blog mas….silahkan mampir juga ke blog sederhana saya di http://www.dikiumbara.com
Semoga kita bisa sharing mas,…
regard
Diki Umbara
salam kenal, mas Diki
sudah langsung meluncur ke blognya mas, saya bisa belajar dari blognya mas Diki nih.
orang itu sukses kalau hidupnya udah bahagia dan senyum terus kan ya mas. bukan soal uang atau karir. nah, kalau patokannya adalah hidup tanpa beban, saya masih berjuang berusaha mencapai itu.
tapi kita ini udah kaya kok mas, bukan berarti sombong tapi dalam arti ‘bersyukur’. kita mampu main internet, punya handphone, sehat…
naaah… kalau soal bikin film, rasanya belum afdol kalau belum pernah nge-direct sendiri walau itu film pendek pribadi. saya belum pernah nge-direct tuh…
wah semoga sukses aja filmnya mas ..ditunggu film berikutnya..jadi bahan pelajaran makna hidup bagi yang masih kacangan kayak saya
Selamat sukses ‘Setannya Koq beberan’…. walaupun belum tonton, sepertinya pasti menghibur… … saya gak suka film horor Indonesia… gak serem dan gak menghibur…
kalo di tambahkan unsur komedi seperti ini, jadi segeerr…..
salam kenal
Papario
cari inspirasi disini : http://papario.wordpress.com
Lagi jelajah nemu tulisan curhat.
Work smart ? Boleh juga tuh…
Salam kenal lagi deh… makin banyak baca blog ini, makin salut ajah… kunjungi juga log ngaco ku mas.. senimantegal.blogspot.com
Mas, itu addressku.
Thx ya.
salam kenal bung..
senang rasanya berkenalan dengan orang2 yang mempunyai impian besar dan berusaha mewujudkannya
wah orang terkenal nehh salaman dulu
salut….
sama nih mas aku dan teman-teman juga lagi merintis mewujudkan mimpi membuat film…
aku jadi penasaran mas..
kenapa kok hampir sama ya..
kita yang suka ngayal bikin film ini juga suka jeep dan airsoft..
xixixixi
ketemuan yuk mas Raya
klo butuh crew yang bandel hubungi kita mas…
ipoippo.multiply.com >> ada nomor kontakku mas
sindikat_jakarta@yahoo.com >> FACEBOOK
mas Ipo,
emang yang suka airsoftgun biasanya suka yang maskulin atau kemiliteran, jadi biasanya gampang suka jeep juga, nah yang suka airsoftgun juga biasanya suka mengkhayal ala film, jadi biasanya pengen bikin film juga…
ni sih lagi baru mau mulai film ke dua, tapi masih di produserial. entah kapan bisa nge-direct film sendiri.
salam kenal mas raya… saya terus terang suka film yg senatnya beneran… bagi saya cinematografinya memang biasa tapi cara penyampaian pesan hiburannya kena sekali..
saya juga mulai telat di dunia cinema ini.. bermulai dari editor, dan sekarang lagi belajar utk bikin videoclip..
semoga bisa belajar dari mas raya
salam
salam kenal mas Albert…
syukur alhamdulillah, seneng banget denger ada yang bisa apresiasi film SKB. bikinnya itu pake stress, keringet dan aer mata juga. saya sedang belajar di produserial, entah akan kesampean beneran “mbikin sendiri” apa nggak… sekarang baru aja abis produksi film ke 2, “The Maling Kuburans”… masih degdegan…
wahh ada lagi nihh yg prod ke 2 mas?..saya tunggu deh.filmmnya dan saya pasti tonton hehehe… kebetulan lagi jadi suka film2 indo komedi dan thrilernya.. terakhir yg saya tonton lewat tengah malam.. dan saya suka cerita tsb scary tapi ngak terlalu mengagetkan.. dan edingnya cukup unpredictable..
makasih mas, nanti nonton ya.
nontonnya rame-rame… itu susahnya bikin horor atau komedi, untuk dapetin fun nontonnya butuh temen… hehehe…
Salam kenal Mas Raya.
Saya juga bisa dibilang aspiring filmmaker. Hahaha. Sama-sama impian pengen bikin feature film sendiri (walopun saya sekarang masih kelas short film untuk festival).
Ketika lagi nyari harga kamera di google, eh menclok deh disini, karena search termnya kebetulan ada di salah satu artikel Anda (“harga+panasonic dvr OR red one”.
Well, nice to know ada juga orang yang tertarik untuk bikin film di WordPress. Hahaha.
Okay, then, that’s all for now.
G’luck at whatever ur doing!!
Salam kenal juga mas Zafir…
Yah, beginilah jadinya kalau saya, belum kesampean bikin sendiri, jadinya nulis2 di blog aja, hihihi
Suatu saat pasti kesampean, bung.
Saya sering bilang pada teman-teman, kalau perfilman Indonesia belum mature alias masi kekanak-kanakan. Jadi, kesempatan sangat terbuka lebar untuk sineas-sineas baru untuk unjuk gigi!!! Itu juga salah satu alasan saya terjun ke dunia film.
Well, saya sudah subscribe feed ke blog Anda, karena menurut saya inset-inset Anda ke dunia perfilman cukup menarik.
Keep posting, juragan!
Salam kenal mas Raya..
Cuma ingin berkenalan aja sama mas Raya, karena saya juga orang yang sangat – sangat tertarik dalam dunia produksi film, namun entah kenapa kesempatan yang datang dari tuhan belum kesampaian di nasib saya. pengen belajar dengan orang yang berpengalaman pun tuhan belum mempertemukan orangnya dengan saya. mudah – mudahan dengan menemukan blog mas raya ini, menjadi kesempatan saya untuk bisa belajar banyak lagi tentang dunia produksi film.
Sebelumnya saya sering dengar tentang nama mas raya dari teman – teman saya. dan secara tak sengaja saya menemukan blog ini di search engine saya, dan saya dengan penuh semangat langsung membaca semua posting yang ada di blog ini ( he..he.. boleh kan mas?)
saya berharap banyak, dengan menemukan blog ini dan bisa berhubungan dan mas raya, bisa membuka kesempatan lagi bagi saya untuk dapat belajar kembali tentang dunia film yang dulu saya sempat merasa hopeless dengan dunia ini….
Terima kasih mas… ( sori kalo tulisannya terlalau panjang/ sebagai perkenalan dan jika mas raya ingin tahu saya, Face book saya di Anton Nugraha atau email saya di anton_dava@yahoo.com )
Salam kenal juga, mas Anton
Seneng banget kalau ocehan saya ternyata ada yang baca lengkap. Memang niatnya pengen sharing, terutama buat sesama orang-orang yang bermimpi atau pernah bermimpi pengen bikin film. Saya juga sempat sudah melupakan cita-cita itu waktu kerja di TV, tapi akhirnya ada jalan untuk mencoba walau udah agak telat. Nggak apa-apa telat yang penting cita-cita kita tetap kejar ya mas. Temennya mas Anton ada yang kenal saya?
Dulu saya di Protv Semarang mas ( anak perusahaannya PRIMA ENTERTAINMENT ), mungkin mas Raya kenal sama Galih Windyarto, Satrio ariwibowo, Bu Kumala Sulaiman atau Pak Yulius Yokajaya…….
kenal banget pastinya, saya sempat terlibat banyak di proses awal lahirnya pro tv.